Malam ini lebih dingin dari biasanya. Selepas hujan deras, suara kodok
bersahutan kegirangan. Rintik air masih menetes dari pohon-pohon yang tertiup
angin. Arif sedang dalam perjalanan pulang bekerja menuju kampungnya. Sedikit
larut malam karena berteduh dari hujan deras. Ia melintasi jalan perkampungan
yang dibelah oleh Perkebunan karet. Perkebunan karet yang dilewati sepanjang
10km. Biasanya arif menempuh dengan kecepatan 60 km/jam. Malam itu ia berjalan
lebih pelan karena jalanan licin dan becek.Seperti biasa, Arif mengendarai
motornya sembari mendengarkan music melalui headset. Pop Punk adalah genre
favoritnya. Arif bernyanyi untuk membunuh kesendirian di perjalanan. Di
Tengah-tengah perjalanan, musiknya yang diputar secara acak berganti menjadi
lagu-lagu galau. Di lagu berikutnya, Ia mendengarkan lagu yang tak pernah ia
dengar. Ia mendengarkan dengan samar-samar. Music semakin pelan dan terdengar
seperti orang membaca puisi. Perlahan kemudian, musik berhenti dan tersisa suara
seorang Perempuan menangis. Arif terus mendengarkan dan mencoba mencerna arti
lagu tersebut. Suara tangis semakin intens dan kencang. Tiba-tiba Arif merasakan
motornya menjadi lebih berat. Suara tangisan dari headset pun semakin nyaring
terdengar. Arif menoleh ke arah spion. Ia terkejut, badannya kaku ketika melihat
sosok Perempuan berambut Panjang dan berbaju putih berada di boncengannya. Suara
tangisan tadi berubah menjadi suara tertawa kuntilanak. Arif menarik gas
motornya sampai habis. Waktu terasa berputar sangat lama. Jalanan becek
berlubang pun tak dihiraukannya. Rasa takut menguasainya. Suara tertawa
kuntilanak terus menemaninya. Hingga akhirnya ia melewati sebuah jembatan kayu
dan suara tersebut hilang. Arif menceritakan kisahnya ini kepada orang tuanya di
rumah.
Usut punya usut di jembatan kayu yang berada di tengah perkebunan karet
itu pernah ditemukan sosok jasat Perempuan. Perempuan tersebut ditemukan pada
tahun 1962 dalam kondisi tewas mengenaskan dengan masih mengenakan seragam SMA.
Tak hanya Arif, beberapa warga setempat juga sering melihat sosok Perempuan di
sekitar jembatan tersebut. Mereka menamainya Gadis Jembatan Kayu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar